
Kopitarium
Venue bergaya klasik Eropa di jalur provinsi, bersebelahan dengan Gedung DPRD Cianjur. Area terbagi untuk parkir, resto, dan wedding indoor-outdoor, ditambah vila tipe mezanin menghadap sawah.

Setiap core business adalah profit center dengan pendapatan, biaya, laba, arus kas, dan risiko yang diukur sendiri. Di antara keempatnya ada keterkaitan yang membuat rantai usaha berjalan dari hulu ke hilir.
Program ketahanan pangan dijalankan bersama koperasi di Jawa Barat melalui dua jalur: klaster produksi dan kerja sama operasional (KSO). Setiap unit memiliki satu penanggung jawab yang namanya tercatat. Pilar ini juga mencakup perdagangan sarana produksi dan komoditas.
Tersebar di 11 kabupaten/kota. Komoditasnya antara lain padi, jagung, kentang, ubi cilembu, melon, sorgum, sapi perah, sapi potong, domba, ayam petelur, ayam potong, ikan kolam air deras, udang, daun kelor, dan nilam, serta pabrik pakan, garam, dan pelet kayu.
Berasal dari 64 koperasi, lembaga, dan yayasan di 17 kabupaten/kota. Bidangnya beragam, dari sembako dan dapur MBG sampai budi daya ternak dan ikan. KSO menjadi jaringan distribusi dan pasokan yang menopang klaster.

Di hulu, perusahaan menyediakan pupuk, pakan, benih, dan bahan pokok bagi koperasi, warung, dan unit usaha mitra. Di hilir, hasil seperti daun pisang, gula nira, rempah, garam, dan hortikultura disortir, dikemas, lalu disalurkan ke distributor, ritel, institusi, dan pembeli ekspor.
Perdagangan pupuk, pakan, sembako, garam, beras, dan produk ekspor dikelola sebagai sub-core dari Kedaulatan Pangan.

Lini ini menangani bangunan sipil, gedung hunian dan penginapan, kawasan perdagangan, serta sarana penunjang produksi seperti kandang, gudang, dan unit pengolahan. Cakupannya meliputi pengembangan properti, pembangunan gedung, dan infrastruktur, termasuk perumahan, rumah sakit, dan kawasan kota mandiri.
Pekerjaan dijalankan langsung atau melalui kerja sama operasi dengan mitra konstruksi, mengikuti perencanaan teknis, pengendalian mutu, dan keselamatan kerja.
Empat aset di Cianjur, Kota Sukabumi, dan Subang. Aset yang sudah beroperasi diambil alih lebih dulu agar pendapatan berjalan sejak bulan pertama.

Venue bergaya klasik Eropa di jalur provinsi, bersebelahan dengan Gedung DPRD Cianjur. Area terbagi untuk parkir, resto, dan wedding indoor-outdoor, ditambah vila tipe mezanin menghadap sawah.

Kawasan wisata di tengah Kota Sukabumi, sekitar 10 menit dari gerbang tol. Cottage bergaya Eropa menghadap danau buatan, waterboom, dua function hall, resto, kafe, dan mini zoo.
Lahan pegunungan dengan pandangan 180 derajat ke arah Gunung Tangkuban Parahu. Rencana pembagian: resto, kawasan penginapan (camping ground, glamping dome, family cabin), dan fasilitas umum.
Hotel 31 kamar dengan kolam renang dan fasilitas umum di jalur provinsi, ditambah lahan sawah untuk pengembangan. Direncanakan juga menjadi kantor pusat perusahaan.
Nilai dan rencana pengembangan aset mengikuti hasil uji tuntas dan negosiasi.
Proyek modular dan industri, pertambangan batuan, infrastruktur digital dan konektivitas, serta jasa profesional dan komersial. Dua proyek kemitraan yang sedang dikaji:

Penambangan batuan untuk material konstruksi yang digabung dengan pemulihan lahan menjadi kebun dan ladang. Lahan yang selesai ditambang ditanami tanaman keras dan palawija secara tumpang sari, sehingga lokasi tetap produktif setelah tambang berhenti.

Rumah dirakit dari komponen kayu rekayasa dengan sistem knockdown dan interlocking, tanpa semen atau perekat saat pemasangan. Patennya didaftarkan dengan ITB sebagai pemilik kekayaan intelektual, dan prototipe pertamanya berdiri sejak 2018.
Ringkasan disusun dari proposal dan rencana bisnis mitra tahun 2026. Angka produksi dan perizinan adalah rencana mitra dan masih dalam kajian perusahaan.
Setiap tahap punya pemilik proses, dokumen, dan indikator kinerja. Transaksi antartahap dicatat dalam perjanjian tertulis sehingga dapat diaudit.
Bagi hasil, kemitraan perbankan, verifikasi kelayakan Mitra.
Lahan, kandang, kolam, gudang, pabrik pakan, benih, dan pupuk.
Budi daya oleh Mitra, panen, sortir, pengemasan, pengendalian mutu.
Penyerapan hasil melalui perdagangan domestik, institusi, dan ekspor.
Pengembalian pembiayaan dan pembagian hasil sesuai perjanjian.
| Sumber | Bentuk | Sifat |
|---|---|---|
| Bagi hasil klaster | Persentase laba unit produksi | Berulang, mengikuti siklus panen |
| Biaya administrasi KSO | Atas nilai pengajuan kerja sama | Berulang, tahunan |
| Margin perdagangan | Selisih harga pupuk, pakan, sembako, garam, dan ekspor | Berulang, berbasis volume |
| Pendapatan aset | Sewa, okupansi, dan penjualan unit | Berulang dan bertahap |
Pembiayaan bagi hasil memungkinkan Mitra membeli sarana produksi dan menjaga siklus tanam tetap berjalan.
Kandang, gudang, unit pengolahan, dan fasilitas kawasan dibangun oleh lini Konstruksi atau mitranya.
Hasil Mitra diserap unit perdagangan sehingga mutu dan kesinambungan pasokan terjaga sejak hulu.
Aset komersial dan perhotelan memberi pendapatan berulang serta ruang pelatihan dan pertemuan bisnis.

Calon mitra, lembaga pembiayaan, investor, dan koperasi dapat menghubungi sekretariat. Setiap pertanyaan kami tanggapi paling lambat tiga hari kerja.
Sudah menjadi mitra? Masuk Portal Mitra